
Kepercayaan Diri: Mata Uang Tertinggi di Arena Visibilitas Publik
Pekanbaru – 30 September 2025. Dalam dunia profesional dan akademik modern, ruang publik adalah arena di mana gagasan diuji dan kepemimpinan dibentuk. Kehadiran fisik atau verbal di hadapan audiens bukanlah sekadar formalitas, melainkan momen krusial yang memerlukan satu modalitas utama: Kepercayaan Diri.
Idria Maita.,S.Kom.,M.Sc.,MCE, Dosen sekaligus Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Alumni (PPKA) UIN Sultan Syarif Kasim Riau, menegaskan bahwa kepercayaan diri adalah kompetensi profesional yang tak terpisahkan dari integritas seorang akademisi dan praktisi.
Integritas Diri dan Kehadiran yang Elegan
Kepercayaan diri (P.D.) yang sejati, menurut Idria, bukanlah tentang arogansi, melainkan tentang otentisitas dan kesiapan. Ini adalah keyakinan yang terpancar dari penguasaan materi, kejujuran pada diri sendiri, dan penerimaan terhadap kemungkinan adanya kekurangan.
“Tampil di depan publik yang berhasil selalu dibingkai oleh keanggunan (poise) dan otoritas (command). Keanggunan ini lahir dari P.D. yang solid. Ketika seseorang percaya pada apa yang mereka sampaikan, pesan itu akan mengalir dengan jernih, terstruktur, dan memiliki bobot. Inilah bentuk presentasi diri yang paling elegan—saat perhatian audiens tertuju pada konten, bukan kegugupan pembicara,” jelas Idria.
Pesan PPKA: Kepercayaan Diri sebagai Penentu Karier
Dalam perspektif pengembangan karier, kemampuan tampil meyakinkan di depan publik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan:
Mengolah Keterampilan Menuju Kepercayaan Diri
PPKA UIN Suska Riau mendorong mahasiswa untuk mengolah P.D. bukan sebagai bakat, melainkan sebagai keterampilan yang dapat diasah. Langkah-langkahnya meliputi:
Dengan demikian, PPKA mengajak seluruh sivitas akademika UIN Suska Riau untuk mengenakan Kepercayaan Diri sebagai “pakaian” terpenting saat melangkah ke ruang publik. Karena, di sana, ketenangan adalah kekuatan, dan kepercayaan diri adalah kunci untuk membuka pintu pengaruh.